Sabtu, 04 Juni 2016

Transitive and Intransitive

Name : Adi Putro Kuncoro
Class : 3EB13
Npm : 20213190

Transitive : 

1. Andi  is eating  ice cream in the livingroom.
2. Tomy played baseball today.
3. I did my homework in my room.
4. Bondan  is reading a book about economic  shariah in library.
5. Rini is buying snack in a supermarket.

     Explanation:
            Sentence in number one is a transitive sentence which consists of five elements, Andi , is, eating, ice cream, and in the livingroom. The identifications are subject (andi), predicate (is eating), object (ice cream) and modifer of place (in the livingroom). Them bondan is noun (N), is eating (v1), ice cream (o), and in the livingroom (adv of place). All of these are not phrase however eating ice cream in number one is a phrase. Which it’s head is pizza.

            Sentence in number two is a transitive sentence which consists of four elements, Tomy , played, baseball, today. The identifications are subject (tomy), predicate (played), object (baseball) and modifer of time (today). Them andi is noun (N), is eating (v1), ice cream (o), and in the livingroom (adv of place). All of these are not phrase however played baseball in number two is a phrase. Which it’s head is baseball.

            Sentence in number three is a transitive sentence which consists of four elements, I , did, my homework, and in myroom. The identifications are subject (I), predicate (did), object (my homework) and modifer of place (in my room). Them I is noun (N), did (v3), my homework (o), and in my room (adv of place). All of these are not phrase however my homework in number three is a phrase. Which it’s head is homework.

            Sentence in number four is a transitive sentence which consists of six elements, Bondan , is, reading, a book about economic shariah, and in library. The identifications are subject (Bondan), predicate (is reading), object (a book about economic shariah) and modifer of place (in library). Them bondan is noun (N), is reading (v1), a book about economic shariah (o), and in library (adv of place). All of these are not phrase however reading a book economic shariah in number four is a phrase. Which it’s head is a book.

            Sentence in number five is a transitive sentence which consists of five elements, Rini , is, buying, snack, and in a supermarket. The identifications are subject (rini), predicate (is buying), object (snack) and modifer of place (in a supermarket). Them rini is noun (N), is buying (v1), snack (o), and in a supermarket (adv of place). All of these are not phrase however buying snack in number five is a phrase. Which it’s head is snack.


Intransitive : 
    
1. I am crying everynight.
2. My father is working everyday.
3. Susi is watching a movie now.
4. He did not go to school now.
5. Linda is waiting so long.

     Explanation:
            Sentence in number one is a intransitive sentence which consists of three elements, I am , crying, everynight. The identifications are subject (I am), predicate (crying), and modifer of time (everynight). Them I am is noun (N), crying (v1), and everynight (adv of time). All of these are not phrase however crying everynight a in number one is a phrase. Which it’s head is crying .

            Sentence in number two is a intransitive sentence which consists of four elements, My father, is, working, everyday. The identifications are subject (My father), predicate (is working), and modifer of time (everyday). Them My father is noun (N), is working (v1), and everyday  (adv of time). All of these are not phrase however working everyday in number two is a phrase. Which it’s head is working.

            Sentence in number three is a intransitive sentence which consists of five elements, Susi, is, watching, a movie, now. The identifications are subject (susi), predicate (is watching), object (a movie) and modifer of time (now). Them susi is noun (N), is watching (v1), a movie (o), and now (adv of time). All of these are not phrase however watching a movie in number three is a phrase. Which it’s head is movie.

            Sentence in number four is a intransitive sentence which consists of six elements, He , did, not go to school, now. The identifications are subject (He), predicate (did), object (not go to school) and modifer of time (now). Them He is noun (N), did (v3), not go to school (o), and now (adv of time). All of these are not phrase however not go to school now in number four is a phrase. Which it’s head is school.

            Sentence in number five is a intransitive sentence which consists of four elements, Linda , is, waiting, so long. The identifications are subject (linda), predicate (is waiting), and modifer of time (so long). Them linda is noun (N), is waiting (v1), and so long (adv of time). All of these are not phrase however wating so long in number five is a phrase. Which it’s head is waiting.


Rabu, 13 Januari 2016

PEREKONOMIAN INDONESIA 2014

            Menurut Indonesia Economic Quarterly, edisi Desember 2014, yang dikeluarkan Bank Dunia, berjudul Membawa Perubahan menyatakan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 diperkirakan mencapai 5,1 persen, lebih rendah dari 5,2 persen yang sebelumnya diperkirakan. Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat mengakibatkan turunnya harga-harga sejumlah komoditas Indonesia. Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memberi dampak kepada inflasi, namun dampak tersebut bersifat sementara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi nasional pada 2014 mencapai 8,36 persen. Dampak tersebut membuat perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil.
"Pertumbuhan investasi diperkirakan akan tetap lemah karena tingginya biaya pinjaman, rendahnya harga komoditas dan meningkatnya harga barang modal impor dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Jim Brumby, Lead Economist World Bank di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Selasa (18/3/2014). Untuk mengimbangi penurunan investasi, Bank Dunia mengusulkan Indonesia melakukan upaya penyeimbangan dengan konsumsi swasta dan peningkatan ekspor Indonesia. Konsumsi swasta diperkirakan akan menjadi pendorong yang bersifat sementara. Sedangkan untuk ekspor, peningkatan akan terjadi secara bertahap seiring dengan permintaan luar negeri yang berkontribusi terhadap sedikit banyak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keadaan tersebut membawa pengaruh lebih baik terhadap perekonomian Indonesia yang sedang melemah.
Pada sektor fiskal, pertumbuhan penerimaan terus berada di bawah pertumbuhan nominal PDB meksipun ada sedikit peningkatan dari penerimaan yang terkait dengan pelemahan rupiah. Untuk mendukung sasaran pembangunan pemerintah, upaya berkelanjutan untuk menggerakkan penerimaan menjadi hal yang penting. Reformasi kebijakan penerimaan untuk memperluas basis pajak, menyederhanakan struktur pajak, menyederhanakan jenis pajak, serta secara selektif merevisi tingkat pajak agar sesuai dengan tingkat internasional. Upaya tersebut bisa membantu meningkatkan penerimaan, serta mengurangi distorsi ekonomi dan menurunkan biaya administrasi. Memperbaiki administrasi dan kepatuhan  penerimaan pajak dan bukan-pajak  melalui pendekatan yang lebih strategis dan berbasis risiko dalam pengelolaan kepatuhan juga akan membantu mengatasi tantangan ini terhadap perekonomian Indonesia.

Daftar Pustaka :

Sukirno, Sadono. 2011. Makroekonomi Teori Pengantar edisi ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Biro Riset Ekonomi. 2009. Dampak Stimulus Fiskal 2009 Terhadap Ekonomi Indonesia. CR No. 11/3/ DKM/BRE/CR
Sahminan, dkk. 2008. Kondisi Perkonomian Indonesia Relatif terhadap Kondisi Perekonomian Kawasan. Catatan Riset No.10/33/DKM/BRE/CR, Bank Indonesia.

Sabtu, 09 Januari 2016

Pasar Modal Di Indonesia

              Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal , adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan “kriteria pasarnya” secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.

Emiten adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum, yaitu penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam peraturan Undang-undang yang berlaku. Emiten dapat berbentuk orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang terorganisasi. Emiten dapat menawarkan Efek yang berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek. Jenis Efek yang lain adalah Sukuk, yang merupakan Efek Syariah, yakni akad dan cara penerbitannya sesuai dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal. Pada umumnya, Emiten melakukan penawaran Efek melalui Pasar Modal untuk saham, obligasi, dan sukuk.

Perusahaan Publik adalah Perseroan Terbatas seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 Ketentuan Umum Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3.000.000.000 (tiga miliar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Emiten wajib menyampaikan Pernyataan Pendaftaran untuk melakukan Penawaran Umum dan Perusahaan Publik wajib menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sebagai Perusahaan Publik. Atas Pernyataan Pendaftaran tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (dahulu Bapepam-LK) memberikan pernyataan efektif yang menunjukkan kelengkapan atau dipenuhinya seluruh prosedur dan persyaratan atas Pernyataan Pendaftaran yang diwajibkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. Pernyataan efektif tersebut bukan sebagai izin untuk melakukan Penawaran Umum dan juga bukan berarti bahwa Otoritas Jasa Keuangan menyatakan informasi yang diungkapkan Emiten atau Perusahaan Publik tersebut adalah benar atau cukup.

Sumber :

http://www.ojk.go.id/emiten-dan-perusahaan-publik

Pasar Modal, Penulis: Drs. Rusdin,M.Si., Penerbit: Alfabeta

Pengantar Pasar Modal, penulis : Pandji Anoraga,S.E., M.M ; Piji Pakarti, S.E, penerbit

Rabu, 18 November 2015

Nilai Tukar Uang Di Indonesia

Nilai Tukar Uang Di Indonesia
Nilai tukar di Indonesia adalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran saat kini atau di kemudian hari, antara dua mata uang masing-masing negara atau wilayah. Nilai tukar dinyatakan oleh yang pernyataan besaran jumlah unit yaitu mata uang. nilai tukar rupiah adalah suatu perbandingan antara nilai mata uang suatu negara dengan negara lain. nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing pun mempunyai pengaruh negatif terhadap ekonomi dan pasar modal. nilai tukar juga dapat mendorong perusahaan untuk melakukan ekspor.

INFLASI DI INDONESIA

Inflasi di Indonesia

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar. Inflasi yaitu proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Inflasi mempunyai tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Inflasi merupakan indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling memengaruhi.

LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Laporan keuangan lahir dari suatu keadaan ekonomi yang terjadi, baik itu secara nasional maupun internasional. Laporan keuangan dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk mengetahui naik-turun laba, posisi aktiva dan arus kas serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan.  Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Laporan keuangan di suatu perusahaan tidak diperbolehkan untuk dipublikasikan secara umum kecuali untuk kepentingan tertentu. Laporan keuangan juga digunakan sebagai alat atau media pertanggungjawaban mereka oleh majanemen dalam pengelolaan perusahaan kepada pemilik.

Penentuan tarif pajak suatu perusahaan bergantung pada laporan rugi-laba yang ada di perusahaan yang bersangkutan. Semakin besar laba/keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan, semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan.  Pajak adalah iuran rakyat kas negara berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapat kontraprestasi langsung dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Tidak sedikit perusahaan yang melakukan perlawanan pajak aktif Tax Evasion berarti sengaja meminimalkan penghasilan agar membayar pajak dengan jumlah kecil. Oleh karena itu sebagai warga negara yang baik kita wajib membayar pajak.

Sumber :,

PENGERTIAN AKUNTANSI

Pengertian Akuntansi

                     Dalam Kehidupan sehari-hari dikenal istilah akuntansi. Akuntansi merupakan seni pencatatan yang harus dicatat dalam buku jurnal dan pengolahan dengan cara tertentu. Akuntansi memiliki informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan. Akuntansi sendiri dapat diartikan sebagai suatu tindakan administrasi kesempatan atau pertukaran keuangan yang menghasilkan data kuantitatif. Akuntansi berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
                      Tujuan utama dari akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya dan hasil. Tujuan akuntansi ini merupakan inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi. Tujuan ini memberi informasi yang terpercaya tentang perubahan perubahan yang ada pada sumber sumber ekonomi sebuah perusahaan yang muncul karena adanya kegiatan usaha. Tujuan akuntansi juga untuk memberi informasi keuangan yang bisa membantu penggunanya dalam memperkirakan potensi perusahaan dalam mendapatkan laba. Akuntansi tujuannya juga untuk menyampaikan sedalam mungkin informasi lain yang masih berkaitan dengan laporan keuangan yang masih relevan untuk digunakan oleh pengguna laporan keuangan.